Mahasiswa KKN INSIP Pemalang Fokus pada Pendidikan dan Pengabdian di Desa Pegongsoran

PEMALANG – Mahasiswa semester 8 dari Institut Agama Islam Pemalang (INSIP) saat ini tengah melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2026 yang tersebar di wilayah Kecamatan Pemalang. Salah satu titik fokus pengabdian berada di Desa Pegongsoran, di mana para mahasiswa menghadirkan berbagai program unggulan di bidang pendidikan.
Abdul Basir, salah satu perwakilan mahasiswa KKN di Desa Pegongsoran, menjelaskan bahwa tahun ini INSIP menerjunkan empat kelompok KKN yang ditempatkan di empat desa, yaitu Desa Surajaya, Keramat, Sungapan, dan Pegongsoran. Khusus di Desa Pegongsoran, terdapat 11 mahasiswa yang terdiri dari 3 laki-laki dan 8 perempuan yang bertugas selama 40 hari.
Sinergi Program Pendidikan
Selama masa KKN, kelompok empat yang bertugas di Pegongsoran memfokuskan kegiatannya pada sektor pendidikan dasar dan usia dini. Hal ini disesuaikan dengan latar belakang program studi para anggota kelompok.
“Program kami hampir selesai semua. Kami melakukan kunjungan ke SD karena ada anggota dari jurusan PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah), serta kunjungan ke TK karena ada mahasiswi dari jurusan PIAUD (Pendidikan Islam Anak Usia Dini). Namun, mayoritas anggota kami berasal dari jurusan Pendidikan Agama Islam,” ujar Abdul Basir saat diwawancarai oleh Roni.
Tantangan dan Pesan Kebersamaan
Meski berjalan lancar, masa pengabdian ini tidak lepas dari tantangan. Selain kendala teknis, kelompok ini juga menghadapi situasi emosional di mana salah satu anggota kehilangan orang tua dan anggota lainnya sempat jatuh sakit hingga harus dirawat di RS Ashari selama sepekan.
Menurut Basir, kunci utama keberhasilan KKN adalah kemampuan setiap individu untuk menekan ego pribadi demi kepentingan kelompok. Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan di antara mahasiswa yang baru saling mengenal satu sama lain.
“Pesan saya untuk teman-teman KKN, kita harus mencoba meminimalisir ego masing-masing. Di usia remaja menuju dewasa ini, ego seringkali menjadi penghambat. Jika kita bisa menurunkan ego, maka program-program yang telah dirancang akan terlaksana dengan kompak dan maksimal,” pungkasnya.
Melalui program KKN ini, diharapkan kehadiran mahasiswa INSIP dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Pegongsoran, khususnya dalam penguatan nilai-nilai pendidikan agama dan sosial. (Roni S)




