Berita

Pesantren Jurnalistik Muhammadiyah Jateng Dibuka, Dorong Akselerasi Dakwah Digital

SEMARANG – Jurnalistik merupakan bagian dari dakwah amar makruf nahi mungkar yang dilakukan melalui tulisan. Profesi ini dinilai sangat mulia karena mampu menyampaikan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat luas melalui media.

Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Rustam Aji, saat membuka kegiatan Pesantren Jurnalistik Muhammadiyah Jawa Tengah yang digelar di BPSDM Jawa Tengah, Semarang, pada 6–7 Maret 2026.

Menurutnya, dakwah melalui tulisan telah dicontohkan sejak awal oleh pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan, yang mendirikan media Suara Muhammadiyah sebagai sarana menyebarkan gagasan dan nilai-nilai Islam berkemajuan.

Jurnalistik adalah berdakwah amar makruf nahi mungkar dengan pena. Ini profesi yang sangat mulia. KH Ahmad Dahlan sudah mencontohkan dengan mendirikan Suara Muhammadiyah sejak awal berdirinya Muhammadiyah,” ujar Rustam Aji.

Kegiatan yang mengusung tema “Akselerasi Dakwah Digital Muhammadiyah: dari Penulisan AI hingga Videografi Mobile” tersebut diselenggarakan oleh Majelis Pustaka dan Informasi PWM Jawa Tengah.

Peserta yang hadir berjumlah lebih dari 100 orang yang merupakan perwakilan MPI Pimpinan Daerah Muhammadiyah serta pengelola media Muhammadiyah dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Rustam Aji juga menyoroti perkembangan teknologi yang kini dimanfaatkan oleh berbagai media, termasuk penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence.

Sekarang hampir semua media menggunakan AI. Saya berharap rekan-rekan dapat memanfaatkannya secara maksimal,” katanya.

Ia juga mengingatkan para peserta untuk memanfaatkan kesempatan mengikuti kegiatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Pasalnya, tingginya minat peserta dari berbagai daerah membuat panitia harus membatasi jumlah peserta karena keterbatasan kuota.

Anda beruntung, karena antusiasme yang tinggi, banyak peserta dari berbagai daerah yang terpaksa kami tolak. Maka manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, pesannya.

Sementara itu, Sekretaris Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anam Sutopo, menegaskan pentingnya peran jurnalistik sebagai corong dan garda depan persyarikatan.

Kalau kita bicara jurnalistik, maka kita akan menjadi corong persyarikatan, garda depan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa jangkauan media resmi Muhammadiyah masih perlu terus ditingkatkan agar dakwah melalui media digital semakin luas.

Kalau bicara jurnalistik, web resmi Muhammadiyah masih di bawah sejuta. Kalah dengan yang lain. Maka kita harus berjuang keras, tegasnya.

Kegiatan Pesantren Jurnalistik Muhammadiyah ini secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Wahyudi. Melalui kegiatan ini diharapkan para pengelola media Muhammadiyah dapat meningkatkan kapasitasnya, khususnya dalam pengembangan konten digital, mulai dari penulisan berbasis AI hingga produksi videografi mobile sebagai bagian dari penguatan dakwah di era digital.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button