Tingkatkan Kompetensi Guru, SD Muhammadiyah 01 Comal Ikuti IHT Pembelajaran IPA Berbasis STEAM dan AI

PEMALANG – Upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan pendidikan dan teknologi terus dilakukan oleh lingkungan pendidikan Muhammadiyah. Salah satunya melalui kegiatan In House Training (IHT) “Asyiknya Pembelajaran IPA dengan Pendekatan STEAM & Pemanfaatan AI” yang digelar di Gedung Bioskop SMK Muhammadiyah, Belik, Pemalang, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen PNF Kabupaten Pemalang bersama Pengurus MKKS. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB dan diikuti oleh kepala sekolah serta perwakilan guru dari berbagai jenjang pendidikan Muhammadiyah, mulai SD/MI/MTs, SMA/MA hingga SMK.Dari SD Muhammadiyah 01 Comal, kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Sekolah Fan Hedar, S.Pd.I , Guru Kelas 5 Romario Fandi A, S.Pd. , serta Guru Kelas 6 Diah Fany Amalia, S.Ag.
Kegiatan menghadirkan Dr. Muhammad Syaipul Hayat, M.Pd. sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa proses pembelajaran tidak seharusnya hanya berorientasi pada penyampaian materi secara teori.
“Mengajar tidak hanya sekadar menyampaikan materi atau transfer ilmu secara teori saja, tetapi ada banyak hal penting yang harus diperhatikan, yakni olah pikir, olah rasa, olah karsa, dan olah raga. Itu harus dilakukan secara simultan,” ujar Muhammad Syaipul Hayat.
Menurutnya, setiap anak memiliki potensi yang perlu dikembangkan secara seimbang. Karena itu, kompetensi yang diberikan guru hendaknya tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga mencakup keterampilan dan pembentukan karakter.
Ia juga mengingatkan bahwa pembelajaran yang hanya mengandalkan aktivitas berpikir dapat membuat peserta didik mudah merasa jenuh. Guru perlu menciptakan pengalaman belajar yang melibatkan berbagai kemampuan dan potensi anak.
“Kalau belajar hanya berpikir, saya yakin anak akan jenuh. Sedangkan mereka punya keterampilan hidup yang harus digali. Maka harus pastikan kita hadir di dalam kelas bukan hanya untuk transfer ilmu saja, tapi mengajar anak-anak untuk olah secara raga, secara hatinya, secara karsanya, tentu dengan olah pikir,” katanya.
Pendekatan STEAM yang mengintegrasikan sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih aktif dan kontekstual. Sementara itu, pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dapat membantu guru dalam mengembangkan ide, media, maupun aktivitas pembelajaran secara lebih kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Kegiatan IHT ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi para guru sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi peserta didik. Dengan kompetensi tersebut, guru diharapkan dapat semakin memotivasi murid untuk meningkatkan prestasi akademik, memiliki karakter yang baik, serta mempunyai wawasan global.
Keikutsertaan perwakilan SD Muhammadiyah 01 Comal dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan kompetensi pendidik dan penguatan kualitas pembelajaran di sekolah. Hasil pelatihan diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar sehingga memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. (Red)




