RSMRA Moga Gelar Simulasi Akreditasi SIRSMA untuk Tingkatkan Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien

PEMALANG – Rumah Sakit Muhammadiyah Rodliyah Achid Moga menggelar kegiatan Survei Simulasi Akreditasi SIRSMA pada Jumat, 22 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di aula rumah sakit tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan menghadapi proses akreditasi sekaligus memperkuat mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien sesuai standar Islami.
Kegiatan simulasi diikuti oleh seluruh tim dan kelompok kerja (pokja) rumah sakit dengan pendampingan asesor Agus Budiantoro, S.I.P., S.A.P. dan Arif Riyanto, S.Kep., Ns. Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari dengan pembukaan, pemaparan materi SIRSMA Edisi 2, pendampingan pokja, hospital tour, hingga exit meeting bersama jajaran manajemen rumah sakit.
Direktur Rumah Sakit Muhammadiyah Rodliyah Achid Moga, dr. Zakariya Aji Parminto, Sp.B., dalam sambutannya menyampaikan bahwa simulasi akreditasi bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi menjadi langkah penting dalam membangun budaya mutu pelayanan di lingkungan rumah sakit.
“Akreditasi merupakan bagian dari komitmen rumah sakit untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan seluruh tim memahami standar pelayanan, keselamatan pasien, serta nilai-nilai Islami yang menjadi landasan pelayanan di RSMRA,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kesiapan menghadapi akreditasi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kelengkapan dokumen hingga implementasi pelayanan di lapangan. Menurutnya, keberhasilan akreditasi tidak hanya ditentukan oleh manajemen, tetapi juga kerja sama seluruh elemen rumah sakit.
Sementara itu, asesor Agus Budiantoro, S.I.P., S.A.P., mengapresiasi antusiasme seluruh peserta selama kegiatan berlangsung. Ia menilai semangat kolaborasi yang ditunjukkan oleh setiap pokja menjadi modal penting dalam menghadapi survei akreditasi mendatang.
Menurut Agus, simulasi akreditasi bertujuan untuk melihat sejauh mana implementasi standar pelayanan diterapkan dalam kegiatan operasional sehari-hari. Ia menegaskan bahwa akreditasi bukan hanya berfokus pada dokumen, melainkan juga budaya kerja dan konsistensi pelayanan kepada pasien.
“Yang paling penting adalah bagaimana standar itu benar-benar dijalankan dalam pelayanan sehari-hari. Dokumen memang penting, tetapi implementasi di lapangan menjadi poin utama dalam penilaian akreditasi,” katanya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pendampingan setiap pokja, di antaranya Pokja MSDI, MBF, MRSMA, dan PRSMA. Dalam sesi tersebut, asesor memberikan evaluasi serta masukan terkait kesiapan dokumen, penerapan standar pelayanan, dan koordinasi antarunit.
Selain itu, peserta juga mengikuti hospital tour untuk meninjau secara langsung implementasi standar pelayanan di berbagai unit rumah sakit. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesesuaian antara dokumen, prosedur kerja, dan praktik pelayanan di lapangan.
Secara tidak langsung, Arif Riyanto, S.Kep., Ns., menyampaikan bahwa kegiatan simulasi menjadi sarana evaluasi penting bagi rumah sakit untuk mengetahui kekuatan dan hal-hal yang masih perlu diperbaiki sebelum pelaksanaan survei akreditasi sesungguhnya.
Kegiatan ditutup dengan exit meeting bersama asesor dan manajemen rumah sakit. Dalam sesi tersebut, asesor menyampaikan hasil evaluasi sementara serta rekomendasi perbaikan yang perlu dilakukan oleh masing-masing pokja.
Melalui kegiatan Survei Simulasi Akreditasi SIRSMA ini, Rumah Sakit Muhammadiyah Rodliyah Achid Moga berharap dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang profesional, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien serta nilai-nilai Islami. (Red)





