Berita

Silaturahim Ramadan PDM Pemalang di Masjid At-Taqwa Comal: Dorong Menjadi Masjid Unggulan​

PEMALANG – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pemalang menyelenggarakan kegiatan Silaturahim Ramadan (Sirama) di Masjid At-Taqwa Comal pada Rabu, 25 Februari 2026. Acara yang berlangsung menjelang waktu berbuka puasa ini dihadiri oleh ratusan jemaah dan warga Muhammadiyah Comal.

​Ketua PRM Purwoharjo 1, H. Slamet Kastolani, menyampaikan rasa syukurnya atas terpilihnya Masjid At-Taqwa sebagai lokasi kegiatan Sirama. Ia memaparkan berbagai agenda menyongsong Ramadan 1447 H, di antaranya kajian menjelang berbuka setiap hari dengan penyediaan sedikitnya 200 porsi takjil, kajian bakda subuh, hingga kegiatan iktikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan.​

Ketua PDM Pemalang, Sapto Suhendro, S.Ag., M.Pd., menyatakan kebanggaannya terhadap semangat warga Muhammadiyah Comal. Ia mengingatkan kembali sejarah besar wilayah tersebut.​ “Comal merupakan cikal bakal gerakan Muhammadiyah di Pemalang,” tutur Sapto.

​Target Masjid Unggulan​

Dalam sambutannya, Sapto menekankan pentingnya memublikasikan kegiatan positif agar menjadi inspirasi bagi pihak lain. Ia mengungkapkan bahwa setelah sukses mendukung Masjid Moga menjadi masjid unggulan di Jawa Tengah, kini giliran Masjid At-Taqwa Comal yang akan diprioritaskan.

“Tahun ini, PDM Pemalang akan mendukung Masjid At-Taqwa Comal untuk menjadi masjid unggulan berikutnya,” lanjutnya.​

Sapto mendorong Masjid At-Taqwa untuk belajar dari masjid percontohan nasional seperti Masjid Jogokariyan Yogyakarta dan Masjid Al Falah Sragen guna meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan jemaah.

Kajian Surah Fatir: Tiga Kategori Manusia

​Mengisi sesi kajian, Ustaz Sapto membahas kandungan Surah Fatir ayat 32 mengenai pewarisan Al-Qur’an kepada hamba-hamba terpilih. Ia menjelaskan terdapat tiga kategori manusia dalam merespons petunjuk Allah:​

“Pertama zhalimun linafsih: Orang yang menzalimi diri sendiri, contohnya mereka yang sengaja tidak berpuasa.​ berikutnya, Muqtashid: Golongan pertengahan, yang ibadahnya terkadang rajin namun di waktu lain mengendur.​yang ketiga sabiqum bil-khairat: Orang-orang yang bergegas dan berlomba-lomba dalam kebaikan.​”

Sebagai penutup, ia mengajak jemaah untuk tidak hanya berkompetisi dengan orang lain, tetapi juga melampaui pencapaian diri sendiri di masa lalu. “Jika dulu hanya khatam Al-Qur’an secara bacaan, sekarang tingkatkan dengan membaca terjemahannya. Jika dulu hanya salat wajib, kini diperkuat dengan salat sunah,” pesannya. (Red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button