Berita

Tingkatkan Publikasi Organisasi, Kamal Ajak Pengurus Aisyiyah Rajin Menulis dan Mendokumentasi Kegiatan

​PEMALANG – Kamal Hayat dari Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pemalang mengajak seluruh pengurus Aisyiyah untuk rajin menulis dan mendokumentasikan setiap kegiatan organisasi. Langkah ini dinilai krusial agar kiprah positif organisasi dapat diketahui secara luas oleh masyarakat.

​Ajakan tersebut disampaikannya dalam Pelatihan Penulisan Berita dan Membatik yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Pemalang di Rumah Batik Artha Kencana, Ahad (18/10/2026). Acara ini dihadiri oleh perwakilan peserta dari Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) se-Kabupaten Pemalang.

​Dalam pemaparannya, Kamal Hayat menjelaskan bahwa penguasaan teknik penulisan berita merupakan skill dasar yang wajib dimiliki pengurus. Melalui publikasi yang aktif, berbagai program kerja—mulai dari pengajian rutin, bakti sosial, pelatihan, hingga pemberdayaan masyarakat—dapat tersiar dengan baik.

​Ia juga menegaskan pentingnya memahami unsur jurnalistik 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) dalam menyusun berita. Penerapan kaidah dasar ini memastikan informasi yang disampaikan kepada publik bersifat akurat, lengkap, dan mudah dipahami.

​Melalui pelatihan literasi organisasi ini, Kamal berharap para kader Aisyiyah semakin termotivasi mendokumentasikan setiap agenda dakwah dan sosial melalui tulisan yang inspiratif.

​Sinergi Lembaga untuk Penguatan Kapasitas Kader

​Sementara itu, Ketua PDA Kabupaten Pemalang melalui Koordinator Bidang LSBO, Dra. Nurlaili, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antarlembaga yang efektif guna mendongkrak kapasitas dan keterampilan anggota.

​Kolaborasi strategis antara Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) bersama unsur terkait ini tidak hanya berorientasi pada penguatan literasi digital dan publikasi, tetapi juga fokus pada pelestarian budaya bangsa.

Melalui sesi pelatihan membatik yang menghadirkan Fatwa Diana Widi selaku Owner Griya Batik Kencana Pemalang, para peserta diajak mengenal lebih dekat proses pembuatan batik tradisional sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni budaya Indonesia.

“Keterampilan ini diharapkan menjadi bekal positif untuk mengasah kreativitas sekaligus menunjang potensi ekonomi kreatif anggota,” terangnya. (Red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button