Lazismu Warungpring Salurkan Santunan untuk Anak Yatim

PEMALANG – Kantor Layanan (KL) Lazismu Warungpring menggelar acara pengajian umum sekaligus menyalurkan santunan bagi anak-anak yatim. Kegiatan ini masih dalam rangkaian merayakan Tahun Baru Hijriyah. Acara yang sarat khidmat dan kepedulian sosial ini berlangsung di Desa Cibuyur, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang, Ahad 5 Juli 2026.Pengurus KL Lazismu Warungpring, Untung Purwanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian umat Islam terhadap sesama, sekaligus menjadi momentum yang tepat untuk memuliakan anak yatim di awal tahun hijriah.
Untung mengatakan dana yang disalurkan ini murni bersumber dari warga dan para simpatisan Muhammadiyah dengan total perolehan mencapai Rp4.500.000. “Seluruh dana tersebut kami khususkan untuk anak-anak yatim piatu,” ujar Untung.
Setiap anak yatim menerima santunan senilai Rp300.000, dengan rincian Rp250.000 berupa uang tunai dan Rp50.000 dalam bentuk bingkisan. Kebahagiaan anak-anak tersebut semakin lengkap dengan adanya tambahan bingkisan tali asih dari Anisa, salah satu anggota ‘Aisyiyah Warungpring. Sinergi antara Lazismu, PCM dan ‘Aisyiyah Warungpring ini semakin mempertegas kepedulian keluarga besar Muhammadiyah dalam merangkul anak-anak yatim.
Kepala Desa Cibuyur: “Mereka adalah Anak-Anak Istimewa”
Apresiasi datang dari Kepala Desa Cibuyur, Yoyok Kusnodo. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan rezekinya. Yoyok juga memberikan motivasi agar anak-anak yatim di desanya tetap tegar menatap masa depan. Dia berharap anak-anak ini tidak pernah pernah berkecil hati.
“Masa depan kalian masih panjang dan membentang luas. Tetaplah optimis dalam menjalani kehidupan dan teruslah rajin belajar,” pesan Yoyok hangat.
Yoyok juga mengajak seluruh warga desa untuk terus memupuk semangat gotong royong. “Mari bareng-bareng membantu anak-anak yang istimewa ini. Saling menyayangi, saling membantu, dan saling berbagi,” imbuhnya.
Solusi Pendidikan dan ZIS Melalui LazismuKetua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Warungpring, Darmanto, menegaskan posisi Lazismu sebagai Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) resmi di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah yang diakui pemerintah.
Darmanto mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menyalurkan ZIS mereka melalui lembaga resmi. Guna memudahkan para muzaki (pembayar zakat) dan munfik (pemberi infak), Lazismu Warungpring kini menyediakan layanan antar-jemput zakat/infak ke rumah.
Lebih lanjut, Darmanto membawa kabar baik mengenai program beasiswa pendidikan. Lazismu siap mengintervensi anak-anak yatim maupun kurang mampu yang mengalami kendala biaya sekolah di tingkat SMP hingga SMA.
“Jika ada anak yang mengalami kesulitan dalam menempuh pendidikan, silakan langsung menghubungi KL Lazismu Warungpring. Kami akan mengupayakan beasiswa pendidikan agar tidak ada anak kita yang putus sekolah,” tegas Darmanto.
Menentramkan Jiwa dengan Zakat dan Amal Jariyah
Memasuki acara inti, Pengajian Umum diisi oleh Ustaz Abdurrahman Siddiq, S.Pd. Dalam pengajian itu Ustaz Siddiq mengupas fikih zakat serta hak muslim terhadap sesamanya. Di awal ceramah, dia mengingatkan pentingnya memenuhi undangan sebagai salah satu hak yang wajib ditunaikan seorang muslim terhadap muslim lainnya.
Ustaz Abdurrahman Siddiq menekankan bahwa di dalam harta yang kita miliki, sejatinya ada hak orang lain yang wajib dikeluarkan. Menurutya harta adalah amanah titipan Allah. Mengeluarkannya memang terasa berat bagi nafsu manusia, namun jika sudah mencapai nisab (batas minimum wajib zakat), maka wajib dikeluarkan melalui amil resmi yang ditunjuk pemerintah. “Menyalurkan lewat lembaga resmi seperti Lazismu jauh lebih aman, tepat sasaran, dan menentramkan hati,” jelas Ustaz Abdurrahman Siddiq.
Bagi harta yang belum mencapai nisab, Ustaz Siddiq juga mengimbau umat Islam untuk tidak kikir dan tetap gemar berinfak serta bersedekah sebagai bentuk rasa syukur.Menutup pengajiannya, Ustaz Abdurrahman Siddiq mengingatkan jamaah mengenai hakikat harta yang dibawa mati melalui sebuah hadis. Ketika seseorang meninggal dunia, ada tiga perkara yang mengiringi jenazahnya hingga ke kubur: Keluarganya, Hartanya, Amalnya
“Keluarga dan harta akan kembali pulang ke rumah, sedangkan yang setia menemani kita di dalam kubur hanyalah amal perbuatan kita,” terang Ustaz Abdurrahman.
Ia juga mengutip hadits bahwa ada pahala tidak akan pernah terputus setelah manusia wafat, yaitu: Sedekah jariyah (wakaf atau sedekah yang manfaatnya terus mengalir), Ilmu yang bermanfaat (ilmu yang diajarkan dan diamalkan orang lain), Anak saleh yang mendoakan kedua orang tuanya.Acara diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustaz Abdurrahman Siddiq untuk keberkahan para donatur, kemakmuran warga Desa Kecamata Warungpring, serta masa depan yang cerah bagi anak-anak yatim yang hadir. (Red)




