Berita

Sinergi JATAM, PAUD, dan LPM Ampelgading Sulap Lingkungan Sekolah Jadi Kebun Anggur Edukatif

PEMALANG – Lingkungan PAUD Aisyiyah Kebagusan Ampelgading kini tampil beda. Memanfaatkan area pekarangan sekolah, sinergi antara Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM), pengelola PAUD, dan Lembaga Pemberdayaan Masjid (LPM) Ampelgading berhasil menyulap lahan sekolah menjadi kebun anggur produktif sekaligus sarana edukasi bagi anak usia dini.

​Inisiatif ini lahir berkat kerja sama lintas lembaga untuk memanfaatkan tanah wakaf sekolah secara optimal. Dengan nilai investasi awal sekitar Rp12 juta untuk pembuatan rangka baja ringan, instalasi atap plastik UV, hingga pengadaan bibit, kebun anggur ini dirancang sebagai proyek percontohan budidaya anggur modern di wilayah Ampelgading.

​Solusi Budidaya Anggur Impor di Lahan Sekolah

​Caryadi, salah satu anggota JATAM menuturkan bahwa guna memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal, kebun sekolah ini ditanami sembilan pohon dari lima varietas anggur unggulan, di antaranya Ninel, Jupiter, Tamaki, Transfiguration (Trans), dan varietas anggur hitam. Varietas Ninel menjadi salah satu yang paling mendominasi karena karakternya yang adaptif dan sangat tahan terhadap berbagai kondisi cuaca.

​”Penggunaan naungan plastik UV menjadi kunci utama dalam keberhasilan budidaya anggur ini. Atap plastik UV berfungsi melindungi tanaman dari guyuran air hujan langsung yang dapat memicu pembusukan akar, penyakit embun tepung pada daun, hingga buah pecah.” Jelas Caryadi

​Selain infrastruktur, kunci pembuahan anggur impor terletak pada teknik pemangkasan (pruning) dan pemupukan yang terukur. Sebelum pemangkasan pembuahan dilakukan, tanaman terlebih dahulu diberi pupuk tinggi Kalium dan Fosfat (seperti MKP) secara rutin. Pemangkasan total (pruning) pada cabang tersier yang sudah berkayu cokelat terbukti ampuh merangsang keluarnya tunas baru beserta calon bunga yang lebat.

​Media Pembelajaran Bermakna Bagi Anak Usia Dini

​Kehadiran kebun anggur ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Kepala PAUD Aisyiyah Kebagusan, Munasipah, S.Pd., mengungkapkan rasa senangnya karena kebun ini dapat diterapkan sebagai media pembelajaran yang bermakna (meaningful learning) bagi para siswa.

​”Anak-anak dilibatkan secara langsung dalam perawatan harian yang ringan, seperti menyiram tanaman dan mengamati proses pertumbuhan batang yang merambat hingga munculnya buah. Ke depan, pihak sekolah bersama JATAM juga menjadwalkan program edukasi khusus agar anak-anak mendapatkan pemahaman langsung dari ahli budidaya anggur.” Tutur Munasipah.

​Munasipah menambahkan, hasil panen perdana nantinya akan dinikmati bersama oleh para siswa, pendidik, dan pengelola lembaga. Namun untuk jangka panjang, mengingat pohon anggur mampu bertahan hidup puluhan hingga ratusan tahun jika dirawat dengan benar, hasil panennya dapat dijual untuk menambah kas sekolah maupun diolah menjadi produk bernilai tambah seperti selai, jus, dan salad buah.

​Komitmen LPM Dorong Kemandirian dan Ikon Daerah

​Dukungan penuh juga disampaikan oleh perwakilan LPM Ampelgading, Anang Jaelani. Menurutnya, program ini berawal dari ide pembudidayaan tanaman bernilai tinggi pasca-kegiatan Jambore JATAM di Kebumen. LPM melihat peluang besar untuk mengembangkan anggur di tanah-tanah wakaf dan pekarangan lembaga.

​Meskipun tantangan terbesarnya adalah memberikan pemahaman dan meyakinkan masyarakat bahwa tanaman anggur bisa tumbuh subur dan berbuah lebat di daerah lokal, Anang optimistis proyek percontohan di TK/PAUD ini akan menjadi pemantik semangat bagi warga sekitar.

​LPM Ampelgading menargetkan gerakan ini tidak berhenti di lingkungan sekolah saja, melainkan berlanjut ke area halaman masjid, TPQ, hingga pekarangan rumah warga. Harapan jangka panjangnya, wilayah Ampelgading mampu memiliki ikon budidaya anggur mandiri yang berdampak positif secara edukatif maupun ekonomi bagi masyarakat. (Red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button