Pawai Taaruf Semarakkan Milad Muhammadiyah ke-113 di Kebagusan

Pemalang-Dalam rangka menyambut Milad Muhammadiyah ke-113, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kebagusan, Ampelgading, menyelenggarakan Pawai Taaruf pada Sabtu, 15 November 2025. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan dibuka secara resmi oleh Ketua PRM Kebagusan, Fajar Aji Nasrullah, S.Pd., yang berharap pawai ini bisa menjadi ajang syiar dan penyemangat gerakan dakwah Muhammadiyah di tengah masyarakat.
Pawai yang berlangsung meriah ini diikuti sekitar 700 peserta, terdiri dari berbagai unsur warga dan simpatisan Muhammadiyah di Kebagusan. Hadir dalam barisan pawai antara lain jajaran Pimpinan Ranting Muhammadiyah, serta seluruh Organisasi Otonom Muhammadiyah di Kebagusan, yakni Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Tapak Suci Putra Muhammadiyah, Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan, dan Pemuda Muhammadiyah. Tak ketinggalan ratusan siswa dari lembaga pendidikan Muhammadiyah turut memeriahkan suasana, yakni dari PAUD Aisyiyah Kebagusan, SD Muhammadiyah Kebagusan, dan SMP Muhammadiyah 7 Ampelgading.
Keceriaan pawai semakin terasa dengan hadirnya tim drumband dari ketiga sekolah tersebut. Alunan musik yang energik mengiringi langkah peserta dan menyedot perhatian warga yang menyaksikan di sepanjang rute pawai. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa tampak antusias mengikuti kegiatan yang menjadi tradisi tahunan ini.
Pada Milad Muhammadiyah tahun 2025 yang mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, PRM Kebagusan berharap momentum pawai taaruf dapat menjadi penguat semangat bagi warga Muhammadiyah untuk terus berkhidmat dan berjuang demi kesejahteraan masyarakat luas. Melalui kegiatan syiar seperti ini, Muhammadiyah ingin menegaskan kembali perannya sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yang konsisten dalam dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat.
PRM Kebagusan menegaskan bahwa pawai taaruf bukan hanya seremonial semata, tetapi juga simbol komitmen warga Muhammadiyah dalam meneruskan nilai-nilai perjuangan persyarikatan. Semangat kebersamaan yang tercipta diharapkan dapat menjadi modal sosial untuk terus melangkah maju, sejalan dengan cita-cita besar Muhammadiyah dalam memajukan kehidupan bangsa.




