PDM Pemalang Gelar Pengajian Pimpinan dan Sosialisasi Ekosistem Digital SIM SATUMU

PEMALANG – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pemalang menyelenggarakan Pengajian Pimpinan sekaligus sosialisasi sistem informasi SIM SATUMU pada Minggu (11/1). Bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Pemalang, acara ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kabupaten Pemalang.
Inovasi AUM dan Penguatan Ideologi
Ketua PDM Pemalang, Sapto Suhendro, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta. Ia menyebut kehadiran seluruh perwakilan PCM dan PRM sebagai momentum istimewa untuk mengawali tahun 2026.
Dalam arahannya, Sapto menekankan pentingnya penguatan tiga pilar utama Muhammadiyah: Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi. Ia mendorong pengelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), khususnya sektor pendidikan, untuk terus bertransformasi.
“Sebagai organisasi yang mengelola AUM, kita harus terus berinovasi dan adaptif terhadap kebijakan pemerintah agar sekolah-sekolah Muhammadiyah tetap relevan dan unggul,” tegasnya.
Selain itu, PDM Pemalang juga terus berikhtiar membumikan paham agama melalui penerbitan buku tata cara ibadah sesuai Manhaj Tarjih dan penyelenggaraan Kuliah Tarjih. Alumni program tersebut diharapkan menjadi ujung tombak dalam dakwah kepada para jemaah hingga ke tingkat akar rumput.

Memahami Manhaj Tarjih
Sesi pengajian inti disampaikan oleh Ustadz Wakhirin, Ketua Majelis Tarjih PDM Pemalang. Beliau memaparkan secara mendalam mengenai kaidah-kaidah dalam Manhaj Tarjih sebagai metode pengambilan hukum di Muhammadiyah.
Ustadz Wakhirin menjelaskan tiga pendekatan utama dalam Majelis Tarjih: Bayani: Menggali sumber hukum dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Burhani: Menggunakan pendekatan ilmu pengetahuan sesuai konteks persoalan. Irfani: Melibatkan intuisi batin dan ketajaman jiwa.
Digitalisasi Organisasi melalui SIM SATUMU
Memasuki sesi teknis, Tim SATUMU PWM Jawa Tengah menyosialisasikan ekosistem digital terbaru milik Muhammadiyah, yakni SIM SATUMU dan aplikasi MASA. Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan database organisasi dari tingkat Ranting hingga Pusat.

Untuk menjalankan sistem ini, setiap tingkatan pimpinan wajib menunjuk agen dan verifikator. Tugas mereka adalah melakukan verifikasi dan persetujuan (approval) terhadap klaim E-KTAM (pendaftaran anggota baru) secara berjenjang.
Para peserta tampak antusias melakukan uji coba login dan simulasi pendaftaran E-KTAM melalui aplikasi MASA. Meskipun merupakan teknologi baru bagi sebagian peserta, proses pendampingan berjalan lancar. Kegiatan ini ditutup dengan agenda pembukaan rekening cabang dan ranting melalui bank mitra, Danamon Syariah, guna memperkuat kemandirian ekonomi organisasi. (Red)




