Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pemalang Gelar Pengajian dan Konsolidasi, Tekankan Kepemimpinan Kolegial

PEMALANG – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pemalang sukses menyelenggarakan Pengajian Pimpinan sekaligus Konsolidasi Organisasi pada Ahad (14/12) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Pemalang.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pleno PDM, Ketua Unsur Pembantu Pimpinan (UPP), Organisasi Otonom (ortom) tingkat daerah, serta Ketua, Sekretaris, dan Bendahara Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Pemalang.
Dalam arahannya, Ketua PDM Pemalang, Sapto Suhendro, menekankan pentingnya konsolidasi internal serta penerapan model kepemimpinan kolegial. Ia mengingatkan bahwa kepemimpinan dalam Muhammadiyah harus mengutamakan musyawarah dan kebersamaan.
“Setidaknya ada empat kriteria kepemimpinan, yaitu otokratik yang tersentral di satu orang dan anti kritik, kastodial yang hanya berorientasi pada keuntungan, suportif yang memberikan pendampingan, dan kolegial yang mensyaratkan musyawarah, kebersamaan, dan kesetaraan,” jelas Sapto.
Sapto juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh PCM dan PRM di Kabupaten Pemalang atas capaian Key Performance Indicator (KPI) yang telah dilaksanakan dengan baik. Berkat kinerja ini, PDM Pemalang berhasil meraih penghargaan peringkat 3 PDM dengan persentase PCM/PRM hijau dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah.
Sebagai penutup arahan, ia menyampaikan bahwa PDM akan memberikan kesempatan kepada Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) untuk menjadi panitia inti dalam kegiatan pengajian menjelang Ramadan dan Halal Bihalal keluarga besar Muhammadiyah Pemalang tahun ini.

Evaluasi Program dan Sosialisasi Tata Kelola
Sesi konsolidasi dilanjutkan dengan penyampaian laporan progres program yang dibawakan oleh pleno PDM yang membidangi majelis, lembaga, dan ortom masing-masing. Laporan ini menjadi bahan evaluasi program kerja tahun 2026, termasuk evaluasi capaian masing-masing PCM di Tahun 2025.
Selanjutnya, Sekretaris PDM, Ari Fitriadi, menyampaikan sosialisasi mengenai tata kelola organisasi. Ia mengajak seluruh pimpinan di setiap level untuk menjadikan peraturan-peraturan organisasi yang telah diterbitkan sebagai pedoman utama. Ari juga memotivasi UPP, PCM, dan Ortom agar dapat menjalankan program yang tertuang dalam KPI tahun 2026 dengan lebih optimal.
Menutup seluruh rangkaian acara, Sapto Suhendro mengajak semua pihak untuk menjadikan momen konsolidasi ini sebagai waktu evaluasi bersama. Ia menegaskan agar program prioritas yang berfokus pada tiga pilar utama—jama’ah, jam’iyah, dan jariyah—mendapat perhatian serius dan dilaksanakan dengan sebaik mungkin. (Red)




