SMK Muhammadiyah Ulujami Ikut Gerakan “Mageri Segoro” Bersama Bupati Pemalang

Pemalang — Perwakilan guru dan siswa SMK Muhammadiyah Ulujami turut berpartisipasi dalam kegiatan “Mageri Segoro” yang digelar di Desa Ketapang, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Pemalang, serta melibatkan berbagai unsur masyarakat dan lembaga pendidikan.
Istilah Mageri Segoro berasal dari bahasa Jawa, di mana “mageri” berarti memberi pagar dan “segoro” berarti laut. Sesuai dengan maknanya, kegiatan ini bertujuan untuk memberi “pagar alami” bagi laut melalui penanaman pohon mangrove di sepanjang pesisir pantai.
Penanaman mangrove tersebut menjadi langkah konkret dalam melestarikan lingkungan dan mencegah abrasi pantai. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi media edukasi bagi masyarakat dan peserta didik agar lebih peduli terhadap kelestarian alam, terutama ekosistem pesisir.
Dalam sambutannya, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menyampaikan apresiasi kepada sekolah-sekolah dan elemen masyarakat yang turut berpartisipasi dalam gerakan ini.
Kegiatan seperti ini perlu terus digelorakan sebagai bentuk tanggung jawab kita bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah Ulujami Cecep Haryatno SPd menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada sekolahnya untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut.
Melalui kegiatan Mageri Segoro, kami ingin menanamkan nilai cinta lingkungan kepada guru dan siswa. Ini bukan hanya tentang menanam mangrove, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga alam untuk generasi mendatang,ungkapnya.
Melalui keikutsertaannya, SMK Muhammadiyah Ulujami menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung gerakan peduli lingkungan serta menanamkan nilai-nilai cinta alam dan tanggung jawab sosial kepada para guru dan siswa.
Kegiatan Mageri Segoro ini menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pantai Pemalang.




