Inovasi Tenaga Administrasi Sekolah Ciptakan Aplikasi SiBISA

PEMALANG – SMA Negeri 1 Petarukan mengambil langkah inovatif dalam mengatasi tantangan administrasi sekolah dengan meluncurkan aplikasi SiBISA (Sistem Buku Induk Siswa SMA). Aplikasi ini dirancang untuk meningkatkan layanan publik sekolah, memudahkan akses data akurat, mempercepat layanan siswa, orang tua dan alumni, mendukung Good School Government serta menghemat biaya dan waktu.
Transformasi administrasi pendidikan ini merupakan hasl inovasi dari Harwati,S.E., selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha SMA Negeri 1 Petarukan, Kabupaten Pemalang Jawa Tengah. Dalam acara launching aplikasi SiBISA Jumat, 5 Desember 2025 di SMA Negeri 1 Petarukan yang dihadiri oleh seluruh jajaran Guru dan Tenaga Kependidikan, Harwati, S.E., memaparkan latar belakang inovasi dan digitalisasi,
”Mengapa harus digitalisasi? Karena pengelolaan buku induk saat ini masih manual sehingga mudah rusak atau hilang, risiko salah tulis, pelayanan cenderung lambat, pencarian data sangat lama dan juga arsip menumpuk. Maka upaya digitalisasi ini adalah solusi dari semua permasalahan itu”.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Petarukan Ibu Dra. Titik Istiqomah, M.Pd, dalam sambutannya bersyukur dan memberikan apresisasi yang tinggi kepada Kasubag. TU SMA Negeri 1 Petarukan yang telah berhasil melakukan inovasi yang kreatif dengan SiBISA. “ Saya bersyukur dan memberikan apresiasi kepada Ibu Harwati, S.E., Aplikasi ini hadir sebagai solusi untuk mengatasi masalah administrasi yang selama ini dihadapi”, ujarnya.
Aplikasi ini dilengkapi dengan berbagai fitur, seperti input data, update otomatis, penyimpanan digital, pencarian super cepat, data singkron dengan e raport, SOP dan Video tutorial.
Dengan adanya SiBISA, diharapkan pengelolaan administrasi di SMA Negeri 1 Petarukan menjadi lebih aman, cepat dan hemat, untuk siswa administrasi dapat diakses dengan cepat, untuk Pemerintah dihasilkan data yang valid dan manfaat untuk publik lebih transparan dan inovatif.
Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kualitas manajemen sekolah, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru dan Tenaga Kependidikan, para siswa, orang tua, Komite dan Alumni serta stakeholder lainnya demi pendidikan yang lebih baik. (Red)




