Ketua PDM Pemalang Ajak Umat Memaknai Hijrah dalam Pengajian Umum Tahun Baru Islam 1448 H di Masjid Besar Assalam Ulujami

ROWOSARI, ULUJAMI – Dalam rangka menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pemalang bersama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ulujami, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Rowosari, serta Takmir Masjid Besar As-Salam Rowosari sukses menggelar acara Pengajian Umum. Acara yang sarat akan makna spiritual ini dilaksanakan pada Senin malam (15/06/2026) mulai pukul 20.00 WIB bertempat di area utama Masjid Besar As-Salam Rowosari, Ulujami, Pemalang.
Suasana khidmat dan penuh antusiasme menyelimuti lokasi pengajian yang dipadati oleh ratusan jamaah, baik dari kalangan warga persyarikatan Muhammadiyah maupun masyarakat umum di wilayah Ulujami. Hadir langsung sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Ketua PDM Pemalang, Ustaz Sapto Suhendro, S.Ag., M.Pd., yang menyampaikan tausiyah mendalam mengenai refleksi pergantian tahun hijriah.
Tiga Pilar Utama: Muhasabah, Hijrah, dan Istiqomah
Dalam inti ceramahnya yang mengusung tema “Semangat Refleksi Diri, Hijrah & Istiqomah”, Ustaz Sapto Suhendro menekankan bahwa momentum 1 Muharram bukan sekadar pergantian kalender atau perayaan seremonial semata. Lebih dari itu, pergantian tahun merupakan sebuah panggilan besar bagi setiap muslim untuk melakukan tiga hal fundamental:
1. Muhasabah (Evaluasi Diri): Ustaz Sapto mengajak seluruh jamaah untuk berani melihat kembali rekam jejak spiritual dan sosial di tahun yang lalu. Muhasabah yang jujur akan melahirkan kesadaran akan kekurangan diri, dosa-dosa yang harus ditaubati, serta mengukur sejauh mana kemanfaatan hidup kita bagi sesama.
2. Hijrah (Transformasi Total): Hasil dari evaluasi diri harus bermuara pada komitmen untuk berhijrah. Dalam konteks masa kini, hijrah dimaknai sebagai perpindahan spiritual, mental, dan perilaku dari kondisi yang kurang baik menuju kondisi yang diridhai oleh Allah SWT—meninggalkan kebiasaan buruk menuju pribadi yang lebih bertakwa, disiplin, dan produktif.
3. Istiqomah (Konsistensi): Tantangan terbesar setelah berhijrah adalah mempertahankan konsistensi di jalan kebaikan. Menjaga hati dan perbuatan agar tetap berada dalam koridor ketaatan memerlukan komitmen yang kokoh, lingkungan sosial yang mendukung, serta doa yang tidak pernah terputus kepada Sang Khalik.
Sinergi Ulama, Umara, dan Tokoh Masyarakat
Acara pengajian umum ini juga menjadi momentum silaturahmi akbar yang mempertemukan berbagai elemen strategis masyarakat. Kehadiran para tokoh penting dari unsur legislatif, pemerintahan desa, hingga struktural organisasi menegaskan dukungan yang kuat terhadap syiar Islam dan pembangunan karakter berbasis nilai-nilai agama di Kabupaten Pemalang.
Kegiatan syiar ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Ketua PDM Pemalang Ustaz Sapto Suhendro, S.Ag., M.Pd. selaku narasumber, Anggota DPRD Kabupaten Pemalang Bapak Adi Winarso, segenap Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ulujami, serta pengurus Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Rowosari. Selain dari lingkungan internal persyarikatan, hadir pula Kepala Desa Rowosari beserta jajaran perangkat desanya, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di wilayah Ulujami.
Kehadiran unsur legislatif dan pemerintah desa bersama para ulama ini menunjukkan adanya sinergi yang harmonis dalam mengawal kegiatan-kegiatan positif di tengah masyarakat. Pengajian umum ini kemudian diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh narasumber, memohon keselamatan, keberkahan, serta keteguhan iman bagi warga Pemalang dalam memasuki lembaran baru Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. (Red)






