Songsong Muktamar hingga Musyda, PDM Pemalang Gelar Konsolidasi Organisasi

PEMALANG – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pemalang menggelar rapat konsolidasi organisasi secara menyeluruh pada Selasa (16/6/2026) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Pemalang. Agenda strategis ini dilaksanakan dalam rangka menyongsong agenda besar persyarikatan, mulai dari Muktamar, Musyawarah Wilayah (Musywil), hingga Musyawarah Daerah (Musyda) mendatang.
Acara penting ini dihadiri oleh jajaran Pleno PDM Pemalang, Unsur Pembantu Pimpinan (UPP), Organisasi Otonom (Ortom) tingkat daerah, serta seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Pemalang.
Penguatan Ideologi dan Pengelolaan Wakaf
Kegiatan diawali dengan pengarahan dari Ketua PDM Pemalang, Sapto Suhendro. Dalam sambutannya, Sapto menegaskan pentingnya penguatan ideologi Muhammadiyah yang dinamis berbasis pada Manhaj Tarjih dan Maqashid Syariah.
”Ideologi yang dinamis inilah yang menjadi pembeda utama Muhammadiyah dari gerakan keagamaan yang bersifat tekstual. Jihad nyata dalam berorganisasi diwujudkan lewat keikhlasan para kader dalam mengorbankan waktu, pikiran, dan harta,” ujar Sapto.
Peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola persyarikatan di Pemalang dibuktikan dengan diterimanya sejumlah aset wakaf strategis bernilai tinggi. Untuk mengawal proses transisi dan optimalisasi aset-aset besar tersebut, PDM Pemalang akan segera melakukan koordinasi intensif lintas majelis dan lembaga.
Target KPI Wilayah dan Sentralisasi Keuangan
Memasuki fase penguatan internal, Sapto Suhendro menginstruksikan di sisa periode jabatan ini, seluruh elemen persyarikatan untuk fokus mengejar Key Performance Indicator (KPI) yang telah ditetapkan oleh pimpinan wilayah. PDM Pemalang menegaskan bahwa warisan (legacy) terbaik dari kepengurusan periode ini adalah penyempurnaan sistem yang terintegrasi, salah satunya melalui program sentralisasi keuangan.
Di sisi lain, Ortom Muhammadiyah diminta bergerak aktif membentengi masyarakat dari penyakit sosial yang sedang marak, seperti judi online dan LGBT.
Mengakhiri sambutan dengan semboyan filosofis, “Innamal mar’u haditsun ba’dahu” (Sesungguhnya manusia itu akan menjadi buah tutur sejarah setelah kematiannya), Sapto mengajak seluruh kader untuk meninggalkan warisan sistem yang kokoh dan rekam jejak positif bagi generasi penerus.
Pembahasan Tiga Poin Strategis Organisasi
Setelah sesi pengarahan, agenda dilanjutkan dengan rapat pleno konsolidasi organisasi yang dipimpin langsung oleh Sekretaris PDM Pemalang. Rapat tersebut secara spesifik membedah tiga poin utama:
Laporan Capaian KPI: Evaluasi pelaksanaan program kerja berdasarkan KPI oleh masing-masing UPP hingga bulan Juni 2026.
Laporan Ortom Daerah: Pemetaan gerakan dan kendala yang dihadapi oleh Ortom tingkat daerah.
Persiapan Pemilihan: Pemantapan langkah taktis dan administratif menjelang Muktamar, Musywil, dan Musyda Muhammadiyah yang akan datang. (Red)





