Berita

PDNA Pemalang dan PDM Pererat Silaturahim Lewat Penyegaran Kaderisasi: “Jadi Kader yang Tahan Banting dan Cinta Muhammadiyah”

PEMALANG — Dalam semangat memperkuat ukhuwah dan memperkokoh komitmen kaderisasi, Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PDNA) Pemalang menggelar kegiatan Silaturahim dan Penyegaran Kaderisasi bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pemalang. Acara ini berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Pemalang, Sabtu (1/11), dengan dihadiri seluruh personel PDNA Pemalang.

Kegiatan yang dikemas secara interaktif ini diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dan iftitah. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua PDNA Pemalang, Umi Kholifah, S.Pd.I, serta penyampaian materi utama oleh Koordinator Bidang Nasyiatul ‘Aisyiyah, Hj. Maesaroh, S.Pd.I.

Dalam sambutannya, Umi Kholifah menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara PDNA dan PDM, sekaligus memperkuat semangat kader dalam berorganisasi. “Silaturahim seperti ini penting agar kita tetap saling terhubung, saling menguatkan, dan terus meneguhkan komitmen kita terhadap dakwah Muhammadiyah,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sesi penyegaran kaderisasi, Hj. Maesaroh, S.Pd.I, memaparkan tentang pentingnya memahami karakteristik kader di lingkungan Nasyiatul ‘Aisyiyah. Ia menjelaskan ada tiga jenis kader yang dikenal di Muhammadiyah, yakni kader biologis, kader AUM, dan kader ideologis.

“Kader biologis adalah mereka yang lahir dari keluarga aktivis Muhammadiyah. Kader AUM adalah yang aktif karena bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah. Sedangkan kader ideologis adalah mereka yang mencari sendiri dan memahami nilai-nilai Muhammadiyah dari hati,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hj. Maesaroh menekankan bahwa setiap kader, dari latar belakang mana pun, harus memiliki semangat juang yang tinggi. “Saya berharap kader Nasyiah menjadi kader yang betul-betul mencintai Muhammadiyah, tahan banting, walaupun mungkin berawal dari keterpaksaan. Karena dari keterpaksaan itu bisa tumbuh keikhlasan,” tuturnya penuh semangat.

Selain membahas kaderisasi, Hj. Maesaroh juga menyinggung pentingnya kepemimpinan dalam berorganisasi. Ia menyampaikan bahwa ada tiga jenis kepemimpinan yang perlu dipahami dan dikembangkan oleh para kader, yakni kepemimpinan kharismatik, transaksional, dan transformasional.

“Ketiga jenis kepemimpinan itu bisa dipelajari, dilatih, dan dikembangkan. Seorang kader harus terus belajar memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain,” katanya.

Ia juga menambahkan pesan reflektif kepada seluruh peserta agar mampu menjadi pribadi yang kuat dan berdaya di dalam organisasi. “Agar kita bisa lenggang kangkung di Muhammadiyah, mulailah dengan menghargai dan menghormati diri sendiri. Selesaikan dulu masalah dalam diri. Jika itu sudah selesai, barulah kita siap mengepakkan sayap untuk organisasi tercinta,” pesan Maesaroh menutup materinya.

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini diakhiri dengan sesi refleksi bersama, doa penutup, serta foto bersama seluruh peserta.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PDNA Pemalang berharap semangat kaderisasi semakin tumbuh kuat di kalangan anggota, dan sinergi antara PDNA dan PDM Pemalang dapat terus terjalin dalam mewujudkan generasi Nasyiah yang tangguh, berilmu, dan berjiwa dakwah.(Tim Redaksi)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button