Rakorda Majelis Dikdasmen dan PNF Muhammadiyah se-Karisidenan Pekalongan Bahas Strategi Majukan Pendidikan dan Persiapan Asesmen Genap

Tegal – Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten/Kota se-Karisidenan Pekalongan menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Banjaran, Slawi, Kabupaten Tegal, pada Sabtu, 1 Nopember 2025. Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat sinergi antar-daerah dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah, sekaligus membahas persiapan asesmen genap mata pelajaran ciri khusus dan sejumlah agenda penting lainnya.
Acara dibuka dengan sambutan dari perwakilan PDM Kabupaten Tegal, yang disampaikan oleh Bendahara PDM Kabupaten Tegal. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya langkah konkret untuk meningkatkan kualitas lembaga pendidikan Muhammadiyah di wilayah Karisidenan Pekalongan. Ia menyampaikan enam tips untuk memajukan pendidikan Muhammadiyah secara berkelanjutan.
“Pertama, peningkatan kualitas pendidikan harus menjadi prioritas utama, baik dari sisi tenaga pendidik, kurikulum, maupun lingkungan belajar. Kedua, kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan perlu mendapat perhatian agar mereka dapat bekerja dengan semangat dan dedikasi tinggi,” ujarnya dalam sambutan.
Lebih lanjut, beliau juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) menjadi kunci dalam menghadirkan inovasi pendidikan. “Pendidikan Muhammadiyah harus terbuka untuk berkolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan lembaga mitra agar terus relevan dengan perkembangan zaman,” tambahnya.
Rakorda diikuti oleh para Ketua, Sekretaris, Bendahara, serta anggota Majelis Dikdasmen dan PNF dari tujuh PDM kabupaten/kota di wilayah eks-Karisidenan Pekalongan, yang meliputi Kabupaten dan Kota Tegal, Kabupaten dan Kota Pekalongan, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Brebes. Suasana rapat berlangsung dinamis dan produktif, mencerminkan semangat kebersamaan untuk memperkuat peran Muhammadiyah dalam bidang pendidikan.

Koordinator Daerah Karisidenan Pekalongan dalam kesempatan tersebut menyampaikan beberapa agenda penting. Ia menyoroti persiapan pelaksanaan asesmen genap untuk mata pelajaran ciri khusus, yaitu Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (Ismuba). Selain itu, dibahas pula persiapan menuju Olimpiade Pendidikan Muhammadiyah (Olympicad) tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Makassar, serta evaluasi pemesanan buku Ismuba dan MIPA Bilingual.
“Rakorda ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dan memperkuat koordinasi antar-PDM, terutama menjelang pelaksanaan asesmen dan kegiatan nasional seperti Olympicad. Semua keputusan dan masukan dari daerah akan menjadi bahan perbaikan bersama,” ujar Koordinator Daerah.
Dalam forum tersebut, peserta juga aktif memberikan masukan terkait penguatan mutu pembelajaran, efisiensi administrasi sekolah, serta peningkatan karakter Islami di lingkungan pendidikan Muhammadiyah. Diskusi berlangsung hangat, menunjukkan komitmen seluruh peserta terhadap kemajuan pendidikan di bawah naungan persyarikatan.
Menutup kegiatan, peserta rakor sepakat bahwa pertemuan berikutnya akan dilaksanakan di Kota Tegal sebagai tuan rumah Rakorda selanjutnya. Kesepakatan ini menjadi simbol kesinambungan kerja sama dan semangat fastabiqul khairat antar-majelis dalam mengembangkan pendidikan Muhammadiyah yang unggul dan berdaya saing.
Dengan semangat kebersamaan yang tinggi, Rakorda Majelis Dikdasmen dan PNF Muhammadiyah se-Karisidenan Pekalongan di Slawi ini diharapkan mampu melahirkan langkah-langkah strategis, inovatif, dan kolaboratif dalam mewujudkan cita-cita pendidikan Islam yang berkemajuan di wilayah Pekalongan Raya dan sekitarnya. (Red)




