Selaraskan Tata Cara Ibadah, PDM Pemalang Adakan Bedah Buku ‘Salat Sesuai Tuntunan Nabi’

Pemalang – Sebagai ibadah khusus, salat merupakan ibadah yang sangat penting bagi seorang Muslim. Salah satu prinsip ibadah adalah dilakukan sesuai tuntunan. Untuk menyelaraskan tata cara salat warga Muhammadiyah di Pemalang agar sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pemalang mengadakan bedah buku “Salat Sesuai Tuntunan Nabi SAW” karya Dr. Syakir Jamaluddin, MA, pada Ahad (31/8).
Bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Pemalang, acara bedah buku ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan, mulai dari PDM, Unit Pembantu Pimpinan (UPP), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), hingga organisasi otonom (ortom) tingkat daerah. Para peserta terlihat antusias mengikuti materi yang disampaikan langsung oleh penulisnya, Ustaz Syakir.
Dalam sambutannya, Ketua PDM Pemalang, Ustaz Sapto Suhendro, menyampaikan terima kasih kepada Ustaz Syakir atas kesediannya menghadiri kegiatan bedah buku. Sapto menjelaskan bahwa bedah buku ini merupakan upaya PDM agar warga Muhammadiyah semakin mendalami pemahaman terkait tata cara ibadah salat.
Sementara itu, H. Ahmad dalam sambutan pengantar (iftitah) mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk terus memperdalam pemahaman agama, termasuk tata cara salat agar benar-benar sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW.
Ustaz Syakir memulai kajian dengan mengajak jamaah untuk berefleksi, “Sudah benarkah salat kita selama ini?” Ia menjelaskan bahwa salat sudah menjadi perhatian utama Muhammadiyah sejak awal. “Kiai Dahlan dalam pengajiannya sering membawakan materi tentang salat. Bisa jadi, salah satu sebab kerusakan bangsa kita adalah karena salat kita belum benar,” jelasnya.
Ustaz Syakir juga menyinggung tentang “orang-orang yang mencuri salat” dalam surat Al-Ma’un, yang ditujukan kepada orang-orang munafik yang mengajak kepada keburukan dan mencegah kebaikan, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Ma’idah ayat 67.
Kegiatan ini diakhiri dengan praktik wudu, tayamum, serta pelaksanaan salat wajib oleh salah satu peserta, yang kemudian diberikan masukan dan menjadi bahan diskusi serta tanya jawab. (Red)




